Selasa, 16 Desember 2008

ATMOSFER (Cuaca dan Iklim)

Mata Pelajaran : Geografi

Kelas : X (Sepuluh)

Materi : Subbab Perubahan Iklim Global

Penulis : Wahyu Wardani (106351400649)

Tujuan : Untuk menyadarkan pembaca tentang perubahan iklim saat ini serta dampaknya bagi kehidupan

Tema : Perubahan Iklim Global

Sasaran Komik : Seluruh Siswa kelas sepuluh khususnya karena materi ini berkaitan dengan Atmosfer dan pembaca umumnya.

PERUBAHAN IKLIM GLOBAL

Iklim di dunia selalu berubah, baik menurut ruang maupun waktu. Perubahan iklim ini dapat dibedakan berdasarkan wilayahnya (ruang), yaitu perubahan iklim secara lokal dan global. Berdasarkan waktu, iklim dapat berubah dalam bentuk siklus, baik harian, musiman, tahunan, maupun puluhan tahun. Perubahan iklim adalah perubahan unsur unsur iklim yang mempunyai kecenderungan naik atau turun secara nyata.

1. Faktor Penyebab Perubahan Iklim Global

Perubahan iklim global disebabkan oleh meningkatnya kosentrasi gas di atmosfer. Hal ini terjadi sejak revolusi industri yang membangun sumber energy yang berasal dari batu bara, minyak bumi dan gas yang membuang limbah gas di atmosfer seperti karbon dioksida (CO2), metana (CH4), dan nitrous oksida (N2O). Sang surya yang menyinari bumi juga menghasilkan radiasi panas yang ditangkap oleh atmosfer sehingga udara bumi bersuhu nyaman bagi kehidupan manusia. Apabila kemudian atnosfer bumi dijejali gas, terjadilah “efek selimut” seperti yang terjadi pada rumah kaca, yakni radiasi

panas bumi yang lepas ke udara ditahan oleh “selimut gas” sehingga suhu bumi naik dan menjadi panas. Semakin banyak gas dilepas ke udara, semakin tebal “selimut Bumi”, semakin panas pula suhu bumi.

2. Dampak Perubahan Iklim Global

Perubahan iklim yang diperkirakan akan menyertai pemanasan global adalah sebagai berikut:

a. Mencairnya bongkahan es di kutub sehingga permukaan laut naik.

b. Air laut naik maka akan menenggelamkan pulau dan menghalangi mengalirnya air sungai ke laut yang menimbulkan banjir di dataran rendah kalau di Indonesia seperti pantai utara Pulau Jawa, dataran rendah Sumatera bagian timur, Kalimantan bagian selatan, dan lain-lain.

c. Yang paling mencemaskan adalah berubahnya iklim sehingga berdampak buruk pada pola pertanian Indonesia yang mengandalkan makanan pokok beras pada pertanian sawah yang bergantung pada musim hujan. Suhu bumi yang panas menyebabkan mengeringnya air permukaan sehingga air menjadi langka. Ini memukul pola pertanian berbasis air.

d. Meningkatnya resiko kebakaran hutan.

3. El Nino dan La Nina

El Nino dan La Nina merupakan gejala yang menunjukkan perubahan iklim. El Nino adalah peristiwa memanasnya suhu air permukaan laut di pantai barat Peru – Ekuador (Amerika Selatan yang mengakibatkan gangguan iklim secara global. Biasanya suhu air permukaan laut di daerah tersebut dingin

karena adanya up-welling (arus dari dasar laut menuju permukaan). Menurut bahasa setempat El Nino berarti bayi laki-laki karena munculnya di sekitar hari Natal (akhir Desember).



Daftar Rujukan:

Regariana, Cut Meurah. Modul Pembelajaran Geografi GEO.X.04. (PDF) Judul Atmosfer.

RUSAKNYA KELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP

Wahyu Wardani (106351400649)

Tujuan : Memberikan gambaran kepada pembaca bahwa kerusakan hutan kita saat ini sudah sangat parah akibat ilegal logging yang digambarkan banyaknya dengan pohon-pohon yang tidak mempunyai daun pada bagian bawah poster dengan warna hitam artinya bahwa tidak ada lagi kehidupan yang ada sehingga menimbulkan kesan gelap. Selain itu gambar peta indonesia dengan background sebuah truk mengangkut kayu menunjukan bahwa sudah banyak hutan kita yang dibabat habis yang pada peta digambarkan dengan warna kuning yang menunjukan warna tandus, sedangkan hutan yang tersisa sedikit ditunjukan dengan warna hijau. Penulis juga inin menyampaikan kepada pembaca bahwa hutan merupakan habitat bagi hewan-hewan digambarkan dengan sebuah pohon besar yang ada ditengah hutan gundul yang didatangi oleh burung.

Tema : Rusaknya Kelestarian Lingkungan Hidup

Sasaran poster : Seluruh pembaca khususnya siswa kelas x yang mempelajari materi Lahan Kritis dan Potensial.


PENGERTIAN LAHAN POTENSIAL DAN LAHAN KRITIS

Lahan Potensial adalah lahan yang mempunyai nilai ekonomi tinggi. Dalam arti sempit lahan potensial selalu dikaitkan dengan produksi pertanian, yaitu lahan yang dapat memberikan hasil pertanian yang tinggi walaupun dengan biaya pengelolaan yang rendah. Tetapi dalam arti luas, lahan potensial dikaitkan dengan fungsinya bagi kehidupan manusia, yaitu lahan yang dapat dimanfaatkan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Sehingga potensial tidaknya suatu lahan diukur sampai sejauh mana lahan tersebut memberikan manfaat secara optimal bagi kehidupan manusia. Sebagai contoh, suatu lahan tidak potensial untuk lahan pertanian tetati potensial untuk permukiman, pariwisata, atau kegiatan lainnya.

Lahan Kritis adalah lahan yang telah mengalami kerusakan secara fisik, kimia, dan biologis atau lahan yang tidak mempunyai nilai ekonomis. Untuk menilai kritis tidaknya suatu lahan, dapat dilihat dari kemampuan lahan tersebut. Sedangkan untuk mengetahui kemampuan suatu lahan dapat dilihat dari besarnya resiko ancaman atau hambatan dalam pemanfaatan lahan tersebut.